Sketsa

Pak Kapolri dan Kisah Makar bin Makelar

Makar, Kapolri, Kepolisian, Hukum, Aktivis, Aksi Damai 212, Demo 212, Headline, Politik
Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet (IDNTimes.com)
Sebelum Aksi Damai 212, Polisi menciduk 10 orang dengan dugaan makar, antara lain aktivis Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas dan musisi Ahmad Dhani.

Situasi Jakarta pasca aksi 212 sangat terasa damai, Presiden Jokowi tampak ceria dan rakyat bahagia. Tapi kini muncul kegaduhan, lantaran polisi nekat menciduk Putri Bung Karno yang tak berdaya di kursi roda.

Hem, tukang protes ditangkap, sementara koruptor kelas kakap, politisi nakal dan komplotan cukong yang mengais untung di jalur curang, bebas bertindak semaunya dan kebal hukum.

Ihwal arogansi itu bakal jadi inspirasi buat seniman Ratna Sarumpaet untuk menyuguhkan sebuah drama berjudul: “Cerita Usang Makar bin Makelar”.

Sri Bintang Pamungkas
Sri Bintang Pamungkas

Kisah nyata dan mengharukan tentang pemufakatan jahat komplotan makelar hukum yang diduga melindungi jaringan cukong dan penista agama.

Aktor utama dilakoni Sri Bintang Pamungkas. Aktivis kawakan ini akan berperan sebagai pejuang keadilan dan bersahabat dengan seorang Jenderal bernama Kivlan Zein yang terkenal galak.

Sementara musisi Ahmad Dhani, putar akal menciptakan sebuah lagu yang membuat penonton tambah gusar, judulnya: “Penista Agama Jadi Tersangka, Kami Yang Ditangkap”.

Para politisi nakal dan korup pun rame-rame naik panggung, ikut memanas-manasi situasi. Sandiwara mereka terlihat norak dan dicurigai atas arahan si dalang yang bersembunyi di balik layar.

Walhasil, drama tak elok itu setiap hari menjadi santapan media massa dan menguras energi jutaan rakyat. Aneka tipu-tipu disuguhkan, saling sahut-menyahut, penuh prasangka dan getol menyiram kebencian.

Baca Juga:  Soal Aksi 212 Polisi Lebay, Ini 4 Prasyarat Terjadinya Makar!

Tanpa sadar, Rachmawati, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas dan kawan-kawan yang tulus memperjuangan keadilan menjadi korban. Sementara si dalang tertawa puas, berhasil mengelabui publik.

Pak Kapolri dan kaum cerdas, masih banyak masalah krusial yang perlu dibenahi. Jangan lagi menambah beban bagi pemerintah dan rakyat dengan isu makar yang penuh akal-akalan.

Sudahlah, drama ditutup !

***

Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

join facebook/faizal.assegaf