Fakta

Cicit Mbah Cholil Maju Pilkada Bangkalan 2018, Bagaimana Ra Momon?

deklarasi-pasangan-latif-mohni-memukau_m_14156
Ra Latif adalah salah satu cicit ulama besar KH Syaichona Cholil Bangkalan. Saat ini, kiai muda itu menjabat Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPC PPP Bangkalan. Siapa saja dalam demokrasi mempunyai hak dipilih dan memilih.

Dari 18 wilayah kota/kabupaten di Jawa Timur yang bakal menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), bersamaan dengan Pilkada Jatim 2018, Bangkalan termasuk satu di antaranya yang mengawali Deklarasi Bakal Calon Bupati – Wakil Bupati.

Adalah pasangan RKH Abdul Latif Amin Imron dan Drs. Moh Mohni yang di-launching di jalan akses Jembatan Suramadu, Desa Sendang Dajah, Kecamatan Labang, Bangkalan, pada Minggu (17/09/2017). Pasangan tersebut diusung oleh beberapa partai politik.

Yaitu Golkar, PPP, Gerindra, dan PKS, serta PKPI, Perindo, dan Idaman. Makanya, tak heran jika saat launching Minggu malam itu dihibur dengan OM Soneta Group pimpinan H. Rhoma Irama yang juga Ketua Umum Partai Islam Damai dan Aman (Idaman) ini.

Menurut Ketua Panitia Launching Sahabat Latif – Mohni (Salam) RK Imron Amin yang akrab dipanggil Ra Ibong, dengan launching ini pihaknya ingin memperkenalkan pasangan Latif – Mohni sebagai bacabup dan bacawabup kepada masyarakat Bangkalan.

Di-launching-nya pasangan Salam ini lebih awal, supaya masyarakat Bangkalan lebih cepat dalam  proses sosialisasinya. “Agar masyarakat cepat mengenalnya dan kita lebih siap dalam Pilkada Bangkalan mendatang,” ujar Ra Ibong kepada wartawan di Bangkalan.

Ra Latif adalah salah satu cicit ulama besar KH Syaichona Cholil (Mbah Cholil) Bangkalan. Saat ini, kiai muda itu menjabat Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPC PPP Bangkalan. Kata Ra Latif, siapa saja dalam demokrasi mempunyai hak dipilih dan memilih.

Pernyataan Ra Latif itu merujuk pada sejumlah nama dari kalangan keluarganya, Bani Cholil yang juga akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bangkalan, seperti Kiai Hasani Zubaer, Kiai Nasih Aschal, Kiai Bir Ali, hingga Wakil Bupati KH Mondir A Rofi’i.

Baca Juga:  Perempuan Desa dengan Tubuh Nyaris Telanjang (Anita 8)

Menurutnya, munculnya sejumlah nama dari keturunan Mbah  Cholil diharapkan mewarnai panggung politik di Bangkalan maupun di tingkat Nasional. “PPP telah menjalin komunikasi dengan Gerindra sejak setahun lalu terkait pencalonan bupati,” ujar Ra Latif.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jatim Harun Al Rasyid mengatakan,  pasangan Latif – Mohni ini menjadi pilihan partai Golkar karena asyarakat Madura itu pada umumnya dan pada khususnya adalah masyarakat paternalistik.

“Mereka memfigurkan tokoh Ra Latif yang masih keturunan (cicit) dari Mbah Cholil, ulama besar Madura yang menjadi rujukan dan guru ulama-ulama besar lainnya. Sementara, untuk menopang, stabilitas jalannya pemerintahan, Mohni dipilih sebagai bacawabup.

Mohni kaya pengalaman pemerintahan, karena ia seorang birokrat. Sehingga, mereka ini akan mencerminkan pasangan kepemimpinan visioner ke depan. Ini mengingat Bangkalan sebagai pintu gerbang Madura, memiliki beban cukup berat dengan adanya Suramadu.

Mengutip Keppres Nomor 55 Tahun 1990 yang kala itu diterima Moh. Noer ketika bertemu Presiden Soeharto sebelum menerima Keppres tersebut, tokoh Madura dan mantan Gubernur Jatim itu ingin membangun bandara dan pelabuhan di Madura.

“Ini keinginan Pak Noer ketika bertemu Pak Harto sebelum menerima Keppres 55/1990 itu. Pak Noer minta Juanda dan Tanjungperak dipindah ke Madura, karena Suramadu itu masih satu paket dengan Bandara dan Pelabuhan di Madura sisi utara,” ujar Harun.

Perlu dicatat, Juanda adalah koordinat militer. Ini akan menjadi sasaran tembak bila terjadi konflk bersenjata dengan negara lain. Kalau di Madura, nantinya diharapkan bandara ini bisa menjadi bandara pengganti Changi di Singapura yang mulai overload.

Ini bisa menjadi Bandara Antar Benua. Demikian pula pelabuhan. Jika dibangun pelabuhan internasional di Madura, maka ini juga bisa menggantikan peranan pelabuhan di Singapura. Sesuai Keppres 55 itu, akan dibangun bandara dan pelabuhan di pesisir utara.

Baca Juga:  Dilema Jurnalis di Lapangan; Pilih Humanisme atau Profesionalisme?

“Ini bisa nyambung dengan Jembatan Suramadu, yang diharapkan pula bisa meningkatkan ekonomi Madura,” ungkap Harun yang dikenal sangat dekat dengan almarhum Pak Noer itu. Jadi, “Suramadu bukan sekedar seonggok jembatan semata.”

Tapi, “Sudah merupakan bagian dari pembangunan Madura secara menyeluruh, terutama infrastruktur,” lanjut Harun. Suramadu bukan hanya sekedar alat untuk penyeberangan saja. Namun, Suramadu dibangun untuk memacu perekonomian nasional.

Itulah mengapa Golkar memasangkan Latif dengan Mohni. Ia adalah kepala dinas pendidikan yang sangat paham dan mengerti betul kiat-kiat untuk melakukan percepatan pembangunan Madura. Makanya, pasangan ulama-umaro ini diharapkan bisa membangun Madura.

Kabarnya, lawan yang bakal dihadapi nanti adalah pasangan bacabup-bacawabup Farid Al Fauzi (anggota DPR RI asal Madura) dan Sudarmawan (Kepala BPBD Jatim, yang mantan Sekretaris Daerah Bangkalan). Konon, pasangan ini akan diusung Partai Hanura.

Bagaimana dengan Moh. Makmun Ibnu Fuad alias Ra Momon yang masih menjabat Bupati Bangkalan bersama Wakil Bupati Mondir Rofi’i sejak 2013 (hingga 2018)? Kabarnya, RKH Fuad Amin Imron, ayah Ra Momon tak lagi mencalonkan putranya ini.

Mengutip Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Senin (27/03/ 2017), pria yang akrab disapa Ra Fuad itu mengatakan, tidak akan mencalonkan kembali anaknya dalam Pilkada tahun depan. ”Saya tidak mendukung dan tidak ikut mencalonkan serta tidak mencalonkan anak saya Moh. Makmun Ibnu Fuad sebagai calon Bupati Bangkalan 2018,” tegasnya.

Alasan mantan Bupati Bangkalan 2 periode itu, keputusan ini diambil melalui pertimbangan dari segala aspek. Salah satunya adalah capaian kinerja Ra Momon yang dinilai tidak baik. ”Menurut penilaian pribadi saya, kinerjanya tidak baik dan menyakitkan hati saya sebagai orang tua,” tambahnya.

Saat dilantik pada 4 Maret 2013, Ra Momon tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia. Ia dilantik menjadi Bupati Bangkalan dalam usia 26 tahun 4 bulan. Pendiri Muri Jaya Suprana hadir dalam acara pelantikan tersebut. Ia menggantikan Ra Fuad, ayahnya sendiri.

Baca Juga:  Donald Trump: Make America Funny Again!

***